Kursus Keamanan Website WordPress & SSL: Lindungi Aset Digital Anda
Dunia digital saat ini penuh dengan ancaman siber yang terus berkembang. Jika Anda mengelola situs menggunakan CMS paling populer di dunia, maka mengikuti Kursus Keamanan Website WordPress bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa keamanan itu krusial dan apa saja yang akan Anda pelajari dalam sebuah …
🏠 Beranda Kursus
📜 Kurikulum
- 4 Sections
- 34 Lessons
- Lifetime
Expand all sectionsCollapse all sections
- Modul 1: Fondasi Keamanan & Enkripsi SSLFokus: Mengamankan jalur komunikasi dan pintu masuk utama.9
- 1.1Pengenalan Lanskap Ancaman WordPress: Memahami kenapa WordPress menjadi target utama hacker (Botnet, Malware, Defacement).
- 1.2Arsitektur SSL/TLS:
- 1.3Perbedaan HTTP vs HTTPS.
- 1.4Cara kerja enkripsi data antara Browser dan Server.
- 1.5Instalasi SSL Gratis (Let’s Encrypt) vs SSL Berbayar.
- 1.6Optimalisasi SSL:
- 1.7Memperbaiki Mixed Content Error (ikon gembok kuning/tidak muncul).
- 1.8Implementasi HSTS (HTTP Strict Transport Security).
- 1.9Keamanan Hosting & Server: Mengatur versi PHP terbaru dan menonaktifkan fitur server yang tidak perlu.
- Modul 2: WordPress HardeningFokus: Menutup celah standar yang sering dieksploitasi.9
- 2.1Proteksi Area Login:
- 2.2Mengganti URL default /wp-admin dan /wp-login.php.
- 2.3Implementasi Two-Factor Authentication (2FA) menggunakan aplikasi authenticator.
- 2.4Membatasi Login Attempts untuk mencegah Brute Force.
- 2.5Keamanan File System:
- 2.6Mengatur permission folder ($755$) dan file ($644$).
- 2.7Menonaktifkan File Editor di Dashboard WordPress.
- 2.8Melindungi file sensitif seperti wp-config.php dan .htaccess.
- 2.9Database Hardening: Teknik mengganti Database Prefix default (wp_) untuk menghindari SQL Injection.
- Modul 3: Pertahanan Aktif & MonitoringFokus: Membangun sistem deteksi dini dan penyaringan trafik.8
- 3.1Manajemen Plugin & Tema:
- 3.2Bahaya Nulled Themes dan Plugin bajakan (Backdoor).
- 3.3Audit rutin plugin yang tidak aktif.
- 3.4Web Application Firewall (WAF):
- 3.5Instalasi dan konfigurasi firewall berbasis plugin (seperti Wordfence atau Ithemes Security).
- 3.6Integrasi Cloudflare untuk perlindungan tingkat DNS dan mitigasi serangan DDoS.
- 3.7Menyembunyikan Identitas (Obscurity): Menghilangkan informasi versi WordPress dan menyembunyikan username penulis dari publik.
- 3.8Scan Malware Rutin: Cara membaca log aktivitas dan mendeteksi perubahan file yang mencurigakan.
- Modul 4: Manajemen Risiko & PemulihanFokus: Persiapan jika terjadi serangan dan otomatisasi.8
- 4.1Strategi Backup Anti-Gagal:
- 4.2Menerapkan aturan backup 3-2-1 (3 salinan, 2 media berbeda, 1 di lokasi offsite).
- 4.3Otomatisasi backup ke Google Drive, Dropbox, atau S3.
- 4.4Simulasi Incident Response:
- 4.5Apa yang harus dilakukan saat website di-deface?
- 4.6Langkah-langkah isolasi website yang terinfeksi.
- 4.7Cleaning Malware (Dasar): Cara membersihkan file .htaccess dan index.php yang disusupi script asing.
- 4.8Final Security Audit: Checklist terakhir sebelum website dinyatakan “Secure” untuk publikasi.
☕ Instruktur

