Kursus Storytelling untuk Brand: Membangun Narasi Bisnis Otentik
Kursus Storytelling: Rahasia Membangun Brand yang Tak Terlupakan Di era digital yang penuh dengan distraksi, produk yang bagus saja tidak lagi cukup. Pelanggan tidak membeli apa yang Anda jual; mereka membeli mengapa Anda menjualnya. Inilah alasan mengapa kursus storytelling menjadi investasi paling strategis bagi pemilik brand, pemasar, dan kreator konten …
Overview
Curriculum
- 4 Sections
- 18 Lessons
- Lifetime
Expand all sectionsCollapse all sections
- Modul 1: Fondasi & Psikologi Narasi (The Mindset)4
- 1.1Anatomi Cerita: Mengapa data menginformasikan, tetapi cerita menggerakkan.
- 1.2Psikologi Konsumen: Mempelajari hormon Oksitosin dan Dopamin dalam keputusan pembelian.
- 1.3The Power of Vulnerability: Mengapa brand yang “sempurna” justru sulit dipercaya dibandingkan brand yang berani menunjukkan tantangan.
- 1.4Identifikasi Core Value: Menemukan * “The Why”* di balik brand Anda (Simon Sinek’s Golden Circle).
- Modul 2: Membangun Arsitektur Cerita (The Framework)4
- 2.1The Hero’s Journey untuk Bisnis: Menempatkan pelanggan sebagai pahlawan dan brand sebagai mentor (pemandu).
- 2.2Metode STAR: Situasi, Tantangan, Aksi, dan Result dalam konteks testimoni pelanggan.
- 2.3Pilar Konflik: Cara menciptakan ketegangan yang sehat dalam narasi agar audiens tidak bosan.
- 2.4The Hook: Teknik 3 detik pertama untuk menangkap perhatian di media sosial.
- Modul 3: Visual & Verbal Storytelling (The Execution)6
- 3.1Brand Voice & Tone: Menentukan apakah brand Anda berbicara seperti “Teman Akrab”, “Profesor Bijak”, atau “Pemberontak Kreatif”.
- 3.2Visual Narrative: Teknik pengambilan foto dan video yang mendukung narasi (Color grading, framing, dan moodboard).
- 3.3Storytelling di Berbagai Platform:
- 3.4Instagram/TikTok: Cerita singkat berdurasi 15-60 detik.
- 3.5Website/About Us: Narasi panjang yang membangun kredibilitas.
- 3.6Email Marketing: Membangun hubungan personal melalui cerita di inbox.
- Modul 4: Strategi Monetisasi & Distribusi (The Growth)4
- 4.1Soft Selling vs Hard Selling: Kapan harus bercerita dan kapan harus “menutup penjualan”.
- 4.2SEO Storytelling: Cara menyisipkan kata kunci ke dalam cerita tanpa merusak alur narasi.
- 4.3Analitik & Evaluasi: Cara membaca data engagement untuk melihat apakah cerita Anda berhasil menyentuh audiens.
- 4.4Proyek Akhir: Praktek membuat kampanye Brand Storytelling dari nol hingga siap tayang.
Instructor

