Kursus Sound System & Audio Engineering
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai alur sinyal audio, pengoperasian mixer, manajemen frekuensi, serta teknik penataan speaker untuk berbagai kebutuhan tata suara. Pembahasan berfokus pada penerapan teori akustik dasar, identifikasi masalah sinyal (troubleshooting), dan standar prosedur pengoperasian perangkat secara aman dan efisien.
🏠 Beranda Kursus
📜 Kurikulum
- 7 Sections
- 67 Lessons
- Lifetime
Expand all sectionsCollapse all sections
- Modul 1: Fisika Akustik dan Dasar Sinyal AudioFokus pada pemahaman karakteristik gelombang suara, perilaku ruang, dan sifat sinyal listrik audio.13
- 1.1Sifat Gelombang Suara dan Pendengaran
- 1.2Pengertian frekuensi (Hz), amplitudo (dB), fase, dan panjang gelombang.
- 1.3Logaritma skala desibel: dBu, dBV, dBFs, dan dB SPL.
- 1.4Rentang pendengaran manusia dan kontur bobot pendengaran (Fletcher-Munson curves).
- 1.5Perilaku Akustik Ruang
- 1.6Interaksi gelombang suara: refleksi, absorbsi, difraksi, dan refraksi.
- 1.7Waktu dengung (Reverberation Time / RT60) dan penanganan resonansi ruang (standing waves).
- 1.8Efek pembatalan fase akibat pantulan dinding dan lantai.
- 1.9Sinyal Audio Digital dan Analog
- 1.10Perbedaan sinyal terisolasi analog (balanced vs unbalanced) dan transmisi digital.
- 1.11Prinsip dasar konversi Analog to Digital (ADC) dan Digital to Analog (DAC).
- 1.12Implikasi sample rate dan bit depth pada kualitas serta latency sinyal.
- 1.13Kuis: Fisika Akustik dan Dasar Sinyal Audio10 Minutes5 Questions
- Modul 2: Komponen Transduksi dan MikrofonFokus pada pemilihan, penggunaan, dan konfigurasi alat penangkap suara.8
- 2.1Jenis dan Klasifikasi Mikrofon
- 2.2Prinsip kerja mikrofon dinamik, kondensor, dan pita (ribbon).
- 2.3Pola tangkapan arah (polar pattern): omnidirectional, cardioid, supercardioid, figure-8.
- 2.4Respon frekuensi mikrofon dan pengaruh efek jarak dekat (proximity effect).
- 2.5Pemasangan dan Teknik Direct Injection (DI Box)
- 2.6Fungsi DI Box pasif dan aktif untuk impedansi matching dan balancing sinyal.
- 2.7Teknik mikrofonasi instrumen musik (drum, gitar, vokal, dan perkusi).
- 2.8Manajemen gain awal untuk menghindari distorsi sebelum masuk ke konsol.
- Modul 3: Konsol Pencampur Suara (Audio Mixer)Fokus pada alur sinyal, fungsionalitas panel kontrol, dan operasional mixer analog serta digital.8
- 3.1Alur Sinyal (Signal Flow) Konsol
- 3.2Jalur input: preamp, trim, fader, dan routing bus.
- 3.3Konsep pengiriman sinyal: Aux Send (pre-fader vs post-fader), Subgroup, dan Matrix Output.
- 3.4Pemahaman Gain Staging untuk mengoptimalkan Signal-to-Noise Ratio (SNR).
- 3.5Fitur dan Operasional Konsol Digital
- 3.6Manajemen panggung digital (Digital Snake / Stage Box) dan pengalamatan I/O.
- 3.7Navigasi layer, snapshot/scene recall, dan kontrol jarak jauh via jaringan Local Area Network.
- 3.8Penggunaan efek internal (reverb, delay, modulation) dan pemososisan routing efx.
- Modul 4: Pemrosesan Sinyal Audio (Signal Processing)Fokus pada manipulatip respon frekuensi, dinamika, dan perbaikan sinyal.8
- 4.1Pengolah Frekuensi (Equalization)
- 4.2Tipe equalizer: Graphic EQ dan Parametric EQ (Q-factor, High-pass filter, Low-pass filter, Shelving).
- 4.3Teknik identifikasi frekuensi penyebab ringing (feedback) pada sistem monitor.
- 4.4Koreksi tonal instrumen tanpa merusak karakter alami suara.
- 4.5Pengolah Dinamika (Dynamic Processors)
- 4.6Cara kerja Kompresor, Limiter, Noise Gate, dan Expander.
- 4.7Pengaturan parameter: Threshold, Ratio, Attack, Release, dan Knee.
- 4.8Penerapan brickwall limiter untuk perlindungan sistem dari sinyal puncak (peak).
- Modul 5: Amplifikasi dan Sistem Pengeras Suara (Loudspeakers)Fokus pada transmisi daya, pembagian frekuensi, dan penataan speaker.12
- 5.1Crossover dan Manajemen Speaker (DSP Drive)
- 5.2Prinsip pembagian frekuensi pasif dan aktif (2-way, 3-way, 4-way).
- 5.3Pengoperasian Digital Signal Processor (DSP) untuk crossover alignment, EQ sistem, dan time delay.
- 5.4Penyesuaian waktu (time alignment) antara subwoofer dan main speaker.
- 5.5Power Amplifier dan Kelistrikan Audio
- 5.6Kelas amplifier (Class AB, Class D, Class H) serta efisiensinya.
- 5.7Perhitungan penyesuaian daya (power matching) dan beban impedansi (Ohm).
- 5.8Kebutuhan daya listrik: kalkulasi watt, penggunaan stabilizer, distribusi fase, dan grounding sistem audio.
- 5.9Klasifikasi dan Desain Array Loudspeaker
- 5.10Perbedaan karakteristik Point Source dan Line Array System.
- 5.11Cakupan sudut dispersion horizontal dan vertikal.
- 5.12Teknik konfigurasi subwoofer (Mono Center Cluster, Cardioid Subwoofer Array, End-fire Array).
- Modul 6: Sistem Monitoring PanggungFokus pada distribusi suara khusus untuk pengisi acara di panggung.7
- 6.1Floor Monitor Pasif dan Aktif
- 6.2Penataan posisi monitor berdasarkan pola tangkapan mikrofon (cardioid/supercardioid).
- 6.3Penyetelan EQ monitor panggung untuk mencapai Gain Before Feedback maksimal.
- 6.4In-Ear Monitor (IEM) dan Sistem Nirkabel
- 6.5Pengoperasian transmitter dan receiver IEM (kabel vs nirkabel).
- 6.6Manajemen frekuensi radio (RF) untuk mencegah interferensi antar sinyal wireless.
- 6.7Pembuatan mix stereo personal untuk kenyamanan performer.
- Modul 7: Instalasi, Troubleshooting, dan Keselamatan KerjaFokus pada aspek teknis pengerjaan lapangan, pemeliharaan, dan prosedur keselamatan.12
- 7.1Pengabelan dan Manajemen Jalur Sinyal
- 7.2Pengenalan jenis konektor: XLR, TRS, TS, Speakon, RJ45 (EtherCON).
- 7.3Teknik penyusunan kabel panggung (cable management) untuk kerapihan dan keamanan jalur.
- 7.4Identifikasi masalah interferensi ground loop dan penggunaan teknik ground lift.
- 7.5Pemecahan Masalah (Troubleshooting) Sistem
- 7.6Metode pelacakan masalah alur sinyal terisolasi (signal tracing) secara berurutan.
- 7.7Mengatasi kebisingan sinyal (hum, hiss, buzzing) pada instalasi kompleks.
- 7.8Penanganan darurat saat terjadi kegagalan perangkat atau hilangnya sinyal di tengah acara.
- 7.9Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Audio
- 7.10Standar prosedur pengangkatan dan penataan struktur fisik (rigging & flying speaker).
- 7.11Prosedur keamanan listrik bertegangan tinggi di area panggung.
- 7.12Regulasi dan batas aman paparan tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level) untuk kesehatan pendengaran operator dan audiens.
☕ Instruktur
Anda Mungkin Juga Suka Pelatihan Terkait Media & Broadcasting Lainnya
-


