Back
Studi Kasus: Transformasi Digital Marketing PT Schaeffler Bearing Indonesia | Raya School
RAYA SCHOOL
● Studi Kasus Korporat — Cluster Kursus Digital Marketing

Studi Kasus: Transformasi Digital Marketing PT Schaeffler Bearing Indonesia

WD Wahyu Dian Purnomo
📅 Ditulis 9 Agustus 2026
⏱️ 9 menit baca
🔄 Terakhir diperbarui 9 Agustus 2026

PT Schaeffler Bearing Indonesia adalah bagian dari grup manufaktur global yang memproduksi komponen presisi untuk industri otomotif dan mesin. Studi kasus ini merangkum bagaimana tim internal marketing mereka bermitra dengan Raya School untuk membangun kapasitas digital marketing di lingkungan B2B manufaktur — sektor yang sering dianggap paling sulit beradaptasi dengan pemasaran digital.

01 Latar Belakang Tantangan

Seperti banyak perusahaan manufaktur B2B, tim pemasaran Schaeffler Indonesia terbiasa mengandalkan jalur penjualan konvensional — pameran dagang, jaringan distributor, dan hubungan langsung dengan procurement pembeli korporat. Digital marketing dianggap kurang relevan untuk produk teknis seperti bearing dan komponen presisi, karena keputusan pembelian melibatkan spesifikasi teknis rumit yang sulit dijelaskan lewat iklan konvensional.

02 Masalah Spesifik yang Dihadapi

  • Ketergantungan pada jalur offline — pameran dagang dan kunjungan langsung menjadi satu-satunya sumber leads baru, rentan terhadap pembatasan mobilitas dan biaya tinggi per prospek.
  • Minim visibilitas digital — calon pembeli yang melakukan riset mandiri di internet kesulitan menemukan informasi teknis produk secara online.
  • Tim internal belum punya kapasitas digital — staf marketing berlatar belakang teknik, kompeten di produk tapi belum terbiasa dengan strategi digital marketing B2B.

03 Pendekatan yang Diterapkan

Alih-alih menyerahkan seluruhnya ke agensi eksternal, pendekatan yang diambil adalah membangun kapasitas internal lewat pelatihan terstruktur — tim marketing Schaeffler dilatih langsung menguasai SEO teknis B2B, LinkedIn untuk lead generation, dan dasar-dasar content marketing yang relevan untuk audiens engineer dan procurement, bukan konsumen umum.

Fokus Pelatihan yang DiterapkanIlustrasi struktur program, disesuaikan kebutuhan B2B manufaktur
SEO Teknis B2B
Visibilitas untuk riset mandiri procurement
Modul 1
FONDASI
LinkedIn Lead Gen
Menjangkau engineer & decision maker
Modul 2
AKUISISI
Content untuk Audiens Teknis
Materi edukatif spesifikasi produk
Modul 3
NURTURING

04 Tahapan Implementasi

1. Audit & Pemetaan Kebutuhan

Memahami siklus penjualan aktual Schaeffler dan siapa saja pihak yang terlibat dalam keputusan pembelian.

2. Pelatihan Tim Internal

Membekali staf marketing dengan skill SEO, LinkedIn, dan content marketing yang relevan untuk konteks manufaktur B2B.

3. Pendampingan Eksekusi Awal

Mentor mendampingi implementasi kampanye pertama, termasuk optimasi halaman produk dan konten LinkedIn perdana.

4. Transfer Kapasitas Mandiri

Tim internal secara bertahap mengambil alih eksekusi penuh tanpa lagi bergantung pada pendampingan eksternal.

05 Hasil yang Dicapai

Perubahan paling signifikan bukan pada satu angka tunggal, melainkan pada pergeseran sumber leads — tim internal Schaeffler berhasil membangun kanal digital sebagai sumber prospek tambahan yang melengkapi jalur pameran dagang konvensional, mengurangi ketergantungan pada satu sumber leads saja. Yang tak kalah penting, tim marketing internal kini punya kapasitas mandiri menjalankan strategi digital tanpa harus terus bergantung pada agensi eksternal untuk setiap kampanye.

06 Pelajaran yang Bisa Diterapkan Bisnis Lain

Studi kasus ini menunjukkan bahwa digital marketing bukan hanya relevan untuk bisnis konsumen dengan produk visual menarik — sektor B2B manufaktur yang dianggap "kaku" pun bisa memanfaatkannya, asal strategi dan kontennya disesuaikan dengan cara audiens teknis mengambil keputusan. Investasi pada kapasitas internal, bukan sekadar menyerahkan semuanya ke pihak luar, juga terbukti membangun ketahanan jangka panjang yang tidak hilang begitu kontrak dengan agensi eksternal berakhir.

Catatan penting: Studi kasus ini disusun berdasarkan pengalaman kemitraan pelatihan Raya School dengan tim internal Schaeffler Bearing Indonesia. Detail spesifik disederhanakan untuk kebutuhan edukasi publik dan menghormati kerahasiaan data internal klien.

07 Video Penjelasan

Simak contoh pendekatan strategi digital untuk perusahaan manufaktur berikut ini:

▶ A Case Study in Effective Digital Strategy for Manufacturing Marketers

08 FAQ

Efektif, asal strategi dan kontennya disesuaikan dengan audiens teknis — bukan pendekatan konsumen umum. SEO dan LinkedIn terbukti relevan karena procurement dan engineer memang melakukan riset mandiri sebelum menghubungi vendor.
Kapasitas internal memberi ketahanan jangka panjang — strategi dan pengetahuan tetap ada di dalam perusahaan meski kontrak pelatihan berakhir, berbeda dengan ketergantungan penuh pada agensi eksternal.
Bervariasi tergantung skala organisasi, tapi umumnya butuh beberapa bulan untuk pelatihan dan pendampingan awal, dilanjutkan proses berkelanjutan untuk membangun konsistensi eksekusi mandiri.
WD
Wahyu Dian Purnomo
Chief Educator, Raya School — Bersertifikat ClickMinded, Google Ads & Meta

Memimpin program pelatihan korporat Raya School, termasuk kemitraan dengan klien manufaktur dan B2B seperti Schaeffler Bearing Indonesia.

Ingin membangun kapasitas digital marketing internal tim Anda seperti ini?

Raya School menyediakan program pelatihan korporat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri Anda, termasuk training digital marketing untuk sektor B2B dan manufaktur.
© 2026 Raya School — Jasa & Kursus Digital Marketing, SEO, dan Skill Vokasi. Ditulis untuk topic cluster Kursus Digital Marketing.