PT Schaeffler Bearing Indonesia adalah bagian dari grup manufaktur global yang memproduksi komponen presisi untuk industri otomotif dan mesin. Studi kasus ini merangkum bagaimana tim internal marketing mereka bermitra dengan Raya School untuk membangun kapasitas digital marketing di lingkungan B2B manufaktur — sektor yang sering dianggap paling sulit beradaptasi dengan pemasaran digital.
01 Latar Belakang Tantangan
Seperti banyak perusahaan manufaktur B2B, tim pemasaran Schaeffler Indonesia terbiasa mengandalkan jalur penjualan konvensional — pameran dagang, jaringan distributor, dan hubungan langsung dengan procurement pembeli korporat. Digital marketing dianggap kurang relevan untuk produk teknis seperti bearing dan komponen presisi, karena keputusan pembelian melibatkan spesifikasi teknis rumit yang sulit dijelaskan lewat iklan konvensional.
02 Masalah Spesifik yang Dihadapi
- Ketergantungan pada jalur offline — pameran dagang dan kunjungan langsung menjadi satu-satunya sumber leads baru, rentan terhadap pembatasan mobilitas dan biaya tinggi per prospek.
- Minim visibilitas digital — calon pembeli yang melakukan riset mandiri di internet kesulitan menemukan informasi teknis produk secara online.
- Tim internal belum punya kapasitas digital — staf marketing berlatar belakang teknik, kompeten di produk tapi belum terbiasa dengan strategi digital marketing B2B.
03 Pendekatan yang Diterapkan
Alih-alih menyerahkan seluruhnya ke agensi eksternal, pendekatan yang diambil adalah membangun kapasitas internal lewat pelatihan terstruktur — tim marketing Schaeffler dilatih langsung menguasai SEO teknis B2B, LinkedIn untuk lead generation, dan dasar-dasar content marketing yang relevan untuk audiens engineer dan procurement, bukan konsumen umum.
04 Tahapan Implementasi
Memahami siklus penjualan aktual Schaeffler dan siapa saja pihak yang terlibat dalam keputusan pembelian.
Membekali staf marketing dengan skill SEO, LinkedIn, dan content marketing yang relevan untuk konteks manufaktur B2B.
Mentor mendampingi implementasi kampanye pertama, termasuk optimasi halaman produk dan konten LinkedIn perdana.
Tim internal secara bertahap mengambil alih eksekusi penuh tanpa lagi bergantung pada pendampingan eksternal.
05 Hasil yang Dicapai
Perubahan paling signifikan bukan pada satu angka tunggal, melainkan pada pergeseran sumber leads — tim internal Schaeffler berhasil membangun kanal digital sebagai sumber prospek tambahan yang melengkapi jalur pameran dagang konvensional, mengurangi ketergantungan pada satu sumber leads saja. Yang tak kalah penting, tim marketing internal kini punya kapasitas mandiri menjalankan strategi digital tanpa harus terus bergantung pada agensi eksternal untuk setiap kampanye.
06 Pelajaran yang Bisa Diterapkan Bisnis Lain
Studi kasus ini menunjukkan bahwa digital marketing bukan hanya relevan untuk bisnis konsumen dengan produk visual menarik — sektor B2B manufaktur yang dianggap "kaku" pun bisa memanfaatkannya, asal strategi dan kontennya disesuaikan dengan cara audiens teknis mengambil keputusan. Investasi pada kapasitas internal, bukan sekadar menyerahkan semuanya ke pihak luar, juga terbukti membangun ketahanan jangka panjang yang tidak hilang begitu kontrak dengan agensi eksternal berakhir.
07 Video Penjelasan
Simak contoh pendekatan strategi digital untuk perusahaan manufaktur berikut ini:
